Friday, April 10, 2009

GAK NYONTRENG # GOLPUT


Jari bersih tanpa noda tinta dihari bersejarah kemarin, 9 april 2009. Usia sudah sangat mencukupi bahkan sejak 3 pemilu silam. KTP dengan alamat jelas sudah terdaftar di catatan sipil. Badan sehat, jiwa sehat, otak waras.
Tapi itu ternyata tidak cukup menyakinkan untuk didaftar dan dibolehkan memilih wakil aka mencontreng. Bahkan niat baik datang sendiri ke TPS dan menunjukkan KTP asli tidak bisa meluluhkan panitia pemilu.
Ah.. sudahlah. Sy gak nyontreng kali ini, namun bukan berarti golput sukarela. Moga2 masih bisa didaftar untuk pilpres nanti. Hidup KPU!!!

Wednesday, January 07, 2009

FIGHT ISRAEL AT HOME


Miris, marah, geram pada Durjana Israel terkutuk. LAWAN dan JIHAD. BOIKOT Produk ISRAEL dari SEKARANG!!!

Saturday, November 29, 2008

Bencana itu simulasi saja (semoga..)

Akibat hujan semalaman, tanah di sekitar SD 007 Sebuntal, kecamatan Marangkayu labil. Beberapa warga yang tidak tahu situasi tetap beraktivitas seperti biasa. berkebun dan bertani. Tiba-tiba tanah longsor dan pohon tumbang. Beberapa warga menjadi korban dan tertimpa pohon.
Warga yang lain yang melihat kejadian berteriak meminta pertolongan.
Suasana mencekam. Hujan turun rintik.

Tidak berapa lama Ibu Camat datang bersama rombongan, termasuk kapolsek dan danramil. Teriakan koordinasi bersahutan menerobos hujan. Tim PMR dan Ambulans tiba tak lama kemudian dan mendirikan pos kesehatan darurat. Ibu-ibu PKK dan Bhayangkari juga tak kalah sigap dengan mendirikan dapur umum.
Evakuasi korban dilakukan dengan cepat. Area longsor disterilkan oleh kapolsek dibantu linmas. Kesemua korban selamat. Yang perlu dirujuk segera dikirim ke Bontang.
Sirine ambulans yang meraung-raung membawa korban menandai berakhirnya simulasi.
Tepuk tangan penutup sebagai tanda simulasi bencana sukses dilakukan. Semoga bisa menjadi dasar seandainya bencana sebenarnya terjadi dan tidak bisa ditolak. Semoga.

Friday, November 21, 2008

KEMATIAN ITU MISTERI

Dalam seminggu 2 warga RSPB meninggal. Usia masih relatif muda, masih kepala 3. Paginya masih sempat bertegur sapa, malamnya sudah masuk ICU lantaran penurunan kesadaran. Begitu tragis. Begitu dramatis lakon hidup.
Yang satu, cedera kepala akibat terjatuh dari motor lantaran lehernya terjerat kabel TV kabel yang menjuntai ke jalan. Satunya lagi stroke.

Satu meninggal hari senin, satunya menyusul hari kamis.

Tinggallah kenangan dalam benak sahabat, sedih yang menyayat di sanubari keluarga dan anak-anak. Sebongkah batu serasa masih menghimpit dada. Menyesakkan.

hhhhhh.....


SELAMAT JALAN SAHABAT.

Kami pasti akan menyusul suatu saat nanti.
Entah kapan.

Saturday, September 20, 2008

RENTA, RINGKIH DAN TERSIAKAN

Menjadi tua itu takdir. Namun bila menjadi tua yang ringkih, penyakitan dan tersiakan mungkin itulah karma atau malah inilah hukuman. Lebih dari sekadar takdir.

Di UGD kami, ada seorang pasien tua langganan. Datangnya hampir tiap hari. Sendirian dan jarang mandi. Ke RS biasanya diantar sekuriti. Keluhannya sama; merasa sesak. Terapi yang dimintanya pun cuma satu: Pasang O2 di hidung. Bila selang O2 sudah nempel dihidung, maka si kakek pun tertidur dengan tenang. Pulangnya kemudian minta ongkos dan diantar oleh sekuriti.

Sisa kakek punya anak dan cucu. Namun tidak satupun yang mau mengurusnya. Konon karena waktu mudanya, waktu masih kerjanya dulu, si kakek ini sangat 'keras' sama anak-anaknya. Sisa kekerasan watak dan temperamental itu masih nampak pada diri si kakek sampai sekarang. Mungkin karena itu, anaknya tega meninggalkan si kakek menjalani hidup tuanya sendirian. Kisah ironik nan tragis.
Sy kadang berharap untuk hidup tidak usah terlalu lama, tidak usah sampai menjadi tua renta yang ringkih.